Showing posts with label comic. Show all posts
Showing posts with label comic. Show all posts

Thursday, September 8, 2016

[KOMIK] Aquaman : Throne Of Atlantis


Writer : Geoff Johns
Penciller : Paul Pelletier, Ivan Reis
Inkers : Joe Prado
Publisher : DC Comics


"I Am Your King!"
- Aquaman
 
Aquaman, yang telah lama kehilangan kontak dengan orang-orangnya, harus menyaksikan tentara muncul dari laut untuk menyerang dunia permukaan. Justice League bereaksi cepat untuk mempertahankan pantai dari gerombolan pasukan Atlantis yang menyerang. Kemanakah Aquaman akan berpihak?

Dalam volume tiga ini, Geoff Johns membawa beberapa arc yang berbeda yang telah terbangun dalam volume-volume sebelumnya dan mengantarkan kepada perang antara Atlantis dan penghuni permukaan. The Dead King’s scepter, senjata raja Atlantean mampu menenggelamkan seluruh pulau ke laut, telah jatuh ke tangan seorang atlantean misterius dan ketika rudal militer tiba-tiba ditargetkan pada Atlantis, kaum Atlantean tidak punya pilihan selain menyerang balik. Aquaman bersama dengan anggota Justice League, harus berupaya meyakinkan atlantean dan saudaranya- Ocean Master untuk tidak menghancurkan seluruh kota dalam pencarian mereka untuk membalas dendam dan mencari tahu siapa di balik itu semua.


Salah satu kekuatan terbesar dari buku ini adalah fokus menempatkan pada hubungan antara Aquaman dan karakter lain. Saya cukup terkesan dengan hubungan yang dibangun antara dia dan saudaranya Orm, raja Atlantis saat itu. Ide tentang bagaimana Orm dibesarkan sama dengan Atlantean lainnya, untuk benci dan takut kepada penghuni permukaan yang telah berulang kali membunuh mereka dan meracuni rumah mereka terasa sangat masuk akal. Ini membuat kita mudah untuk memahami mengapa Orm memutuskan untuk berperang ketika misil jatuh di Atlantis. Kontras antara Orm, yang seorang Atlatean murni, dan Arthur (Aquaman), yang berpijak di kedua dunia, ditunjukkan dengansangat baik. Dan saya menyukai bagaiman hubungan antara Aquaman dan Batman digambarkan. Batman adalah salah satu dari sedikit orang yang percaya kepada Aquaman dan memahami bahwa ia harus berurusan dengan saudaranya tanpa campur tangan pihak luar. Sepanjang cerita, hubungan antara karakter yang tertulis dengan sangat baik dan menarik. Ditambah dengan artwork yang konsisten dan memanjakan mata membuat buku ini begitu menarik.



Seri Aquaman ini begitu epik, menarik dan benar-benar membuat saya memfavoritkan si penguasa lautan yang sebelumnya jadi bahan lelucon. Salah satu judul yang masuk kategori A Must Read!


Verdict : 8.6/10

Tuesday, February 9, 2016

[KOMIK] Avengers Vs X-Men


Writer :  Brian Michael Bendis, Matt Fraction, Ed Brubaker
Penciller : John Romita Jr., Adam Kubert, Jim Cheung
Inkers : Various
Publisher : Marvel Comics

That's the thing about the Phoenix. 
There always has to be destruction... 
Before rebirth"

Phoenix Force, entitas yang merupakan sumber kekuatan maha dahsyat sedang bergerak menuju bumi. Phoenix Force terus bergerak dan menghancurkan apa saja yang dilaluinya. Sementara itu Nova, bergegas datang ke bumi untuk memperingatkan bumi tentang kedatangan Phoenix Force.

Sementara itu, di Utopia (pulau khusus untuk tempat tinggal mutant), Cyclops (Scott Summers) melatih keras Hope Summers, cewek yang lahir bersamaan dengan perginya Phoenix, dan diramalkan bakal menjadi vessel Phoenix yang baru yang dapat memberikan era baru bagi para mutant.

Kedatangan Phoenix ditanggapi berbeda baik dari X-Men maupun Avengers. Bagi X-Men, kekuatan luar biasa Phoenix diyakini adalah penyelamat ras mutant dari kepunahan akibat event House of M. Phoenix bisa saja mengubah realitas sehingga ras mutant dapat bangkit kembali, ataupun menjadi sumber kekuatan bagi ras mutant untuk memulihkan populasi mutant di bumi. Sedangkan bagi Avengers, Phoenix adalah ancaman bagi keselamatan bumi. Karena di setiap kedatangan Phoenix, bumi selalu dalam ambang kehancuran sehingga mereka memutuskan untuk mencegah kedatangan Phoenix kembali ke Bumi.

Avengers mengirim tim yang dipimpin Thor untuk mencoba menghadang kedatangan Phoenix. Captain America mendatangi Wolverine untuk mengonfirmasi Hope sebagai vessel Phoenix. Cap datang ke Utopia untuk meminta Scott menyerahkan Hope, untuk mencegah kekuatan besar yang berpotensi menghancurkan kehidupan di bumi. Sementara Scott berkeras bahwa kedatangan Phoenix akan memberikan hal positif, memberikan kekuatan yang membuat mereka bisa menciptakan era baru dan masa depan cerah untuk mutant.

Perselisihan pun tak bisa dihindarkan. Avengers Assemble, seluruh anggota Avengers pun muncul dan siap bertarung dengan para X-Men.


Tim Avengers luar angkasa ternyata tidak luput dari intervensi X-Men nya Cyclops. Sempat terjadi pertarungan di Bulan, akhirnya Phoenix Force pun tiba. Tony Stark berhasil menembakkan Phoenix Killer untuk menghancurkan Phoenix Force, namun hasilnya ternyata di luar dugaan. Pecahan Phoenix Force sempat ingin merasuk Hope, namun Hope dapat menolaknya. Pecahan Phoenix Force justru malah merasuk 5 sosok X-Men yaitu Namor, Magik, Colossus, Emma Frost, dan Cyclops, melahirkan entitas baru yang disebut Phoenix Five.

Dengan premis awal seri ini seharusnya punya potensi besar untuk menjadi event terbaik Marvel. Hanya saja setiap chapter terasa berantakan dan tidak terbangun dengan baik. Salah satu masalah utama dari seri ini adalah terlalu banyak Tie-Ins yang harus dibaca untuk betul betul memahami seluruh jalan cerita. Alih alih membiarkan pertarungan Avengers vs X-Men secara alami, konflik disini malah terlingat terburu-buru, akibatnya setiap tindakan dari kedua kubu terkesan tanpa alasan dan terkadang tidak masuk akal. Salah satu hal yang juga cukup mengganggu adalah ketidak konsistenan dari artwork, saya pribadi bukan penggemar art John Romita Jr, panel-panel yang seharusnya menggambarkan pertarungan epik malah terlihat seperti pertarungan Low-Budget B-Movie. Tidak ada kesan epic yang dapat dirasakan.


Dengan potensi besar yang akhirnya disia-siakan oleh penulisan yang terburu-buru, dan artwork yang tidak konsisten membuat seri ini menjadi seri yang sedikit mengecewakan, bukan berarti buruk, hanya saja butuh kerja keras untuk menikmati ceritanya.

Verdict : 6,5/10

Friday, February 5, 2016

[KOMIK] Batman - The Court Of owls


Writer : Scott Snyder
Penciller : Greg Capullo
Inkers : Jonathan Glapion
Publisher : DC Comics
“Beware The Court of Owls, 
that watches all the time, 
ruling Gotham from a shadowed perch"

Batman adalah superhero dengan deretan villain terbaik, period. Bane, Joker, Ras Al Ghul, Catwoman, The Riddler, Two-Face dan segudang lainnya lagi. Para penulis komik bebas mengangkat salah satu karakter musuh Batman dan tinggal menggali aspek lain dari sang musuh untuk menghasilkan sebuah klasik baru. Akan tetapi begitu banyaknya musuh yang memorable bagi Batman membuat para penulis juga kesulitan memperkenalkan musuh yang baru baginya. Dua tambahan yang memorable didapatkan oleh sang manusia kelelawar mungkin adalah Harley Quinn (dari Batman: The Animated Series) dan Hush (dari komik dengan story arc berjudul sama). Scott Snyder melakukan karya yang berani di sini dengan memperkenalkan kepada pembaca musuh baru bagi Batman: The Court of Owls.


The Court of Owls konon adalah sebuah grup bawah tanah, sebuah persekutuan rahasia yang selama berabad-abad telah menguasai kota Gotham. Semua orang di Gotham mengenalnya tetapi semua juga tak mempercayainya lebih dari sekedar dongeng belaka, termasuk Bruce yang percaya bahwa ia telah tahu setiap seluk beluk dari kota Gotham seperti telapak tangannya. Begitu percaya dirinya Bruce bahkan ketika ia mendapatkan ancaman pembunuhan dari kelompok The Court of Owls yang memiliki pembunuh bayaran bernama Talon pun ia tak ambil pusing terlalu banyak. Percaya diri yang kelewat berlebihan ini pada akhirnya menjadi kejatuhan bagi Batman. Akankah ia selamat sebab jangan lupa… musuh alamiah dari para kelelawar adalah… burung hantu.


Story arc pertama inilah yang menunjukkan kejeniusan Scott Snyder. Hanya dalam satu story arc ini saja kita dibuat langsung jatuh cinta dengan gaya penulisannya. Cara penulisan dari Snyder  merupakan campuran di tengah-tengah antara Morrison dan Johns. Cara penulisannya secara pas mencampurkan metafora-metafora dari Morrison dan gaya penulisan yang langsung pada sasaran dan sederhana ala Johns. Hasilnya terasa sangat pas untuk menunjukkan sosok Bruce yang kompleks tanpa membuat pembaca bingung mengenainya. Kehebatan Snyder tak berhenti sampai di sana tetapi juga pada bagaimana ia menyulam masuk sejarah The Court of Owls ke dalam puluhan dekade lebih sejarah Batman; bukan hal yang mudah.


Tandem dari Scott Snyder di sini adalah Greg Capullo, ia melakukan tugasnya dengan hebat di setiap panel komik ini. Cara Capullo mengubah gaya gambarnya secara subtle membuat setiap edisinya terasa seperti memanjakan mata. Nuansa gothic dan dark dalam komik ini bercampur campur aduk tanpa membingungkan pembaca tapi memberikan kesan chaotic; sebuah kesan yang menarik kita para pembaca dalam kegelisahan seorang Batman yang terperangkap ala boneka yang dimainkan tanpa daya. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat – sangat lama kita merasa bahwa Batman – yang biasanya tergambar bahkan lebih sempurna dari Superman – terasa… rentan.

 The Court of Owls pada masa depan nanti akan masuk dalam satu dari grup paling mematikan yang pernah dihadapi sang kelelawar!

Verdict : 9,3/10

Friday, January 8, 2016

[KOMIK] Civil War

Writer : Mark Millar
Penciller : Steven McNiven
Inkers : Dexter Vines
Publisher : Marvel Comics

Justice X Freedom
Whose side are you on ?

Peta kekuatan Marvel Universe telah berubah, konflik dan benih-benih perpecahan yang muncul sejak lama kini mencapai puncaknya. Mengancam konflik antara sahabat, bahkan antar saudara, dan satu langkah keliru tidak hanya dapat berakibat pada hilangnya nyawa mereka juga dapat memicu konflik yang lebih besar.

Tidak terhitung jumlah superhero dalam dunia Marvel, mereka seringkali bertindak main hakim sendiri dan membuat masyarakat resah atas tindakan mereka. Bermula dari ulah New Warriors, sekumpulan superhero remaja yang tampil dalam acara Reality Show di sebuah stasiun TV dimana mereka menguntit sekumpulan Super Villain. Kekuatan Super Villain levelnya sangat berbeda dibanding superhero remaja ini. Demi mengejar rating TV, New Warriors nekat melawan Super Villain dan akibatnya sangat buruk dimana Nitro meledakkan dirinya di dekat sebuah Sekolah Dasar. Ratusan anak tewas terbunuh. 


Kejadian ini memaksa Superhero Registration Act harus digunakan. Demonstrasi dimana-mana meminta agar semua superhero mendaftarkan diri kepada pemerintah. Kubu superhero sendiri terdesak dalam situasi yang panas. Sebagian di antara mereka menyatakan tak keberatan, sementara sebagian besar menolak. Para pemikir besar seperti Tony Stark (Iron Man), Reed Richard (Mr Fantastic) dan Hank Pym (Yellow Jacket) akhirnya memutuskan mendukung program pemerintah. Sementara Captain America pergi dari SHIELD. Dengan berpindah pihaknya Captain America ke kubu yang menolak, para hero itu akhirnya memiliki seorang figurehead. Seorang pemimpin perlawanan. Kini terbentuklah dua kubu. Kubu pendukung petisi yang dikomandoi Iron Man, dan kubu perlawanan yang memperjuangkan kebebasan dikomandoi Captain America yang bergerak dalam bayang - bayang. Inilah Marvel Civil War. Perang sipil dua kubu Superhero karena perbedaan pandangan.



Civil War tak salah lagi sebuah cerita yang digarap dengan begitu matang. pengilustrasian emosi masing-masing karakter yang terlibat yang begitu luar biasa. Tony Stark walaupun bertingkah seperti orang brengsek hatinya bergejolak bimbang ketika mendapati teman-temannya tewas karena perlawanan. Captain America nyaris menitikkan air mata ketika akhirnya menyadari mereka telah kehilangan arah. Dan karakter - karakter lain (yang tidak akan dibahas terlalu jauh disini, spoiler, duh). Terlalu banyak luka, baik secara fisik maupun batin. Hal itulah yang menjadikan even ini begitu luar biasa.

Verdict : 9/10

[KOMIK] Blackest Night


Writer : Geoff Johns
Penciller : Ivan Reis
Inkers : Oclair Albert, Rob Hunter, Julio Ferreira, Joe Prado
Publisher : DC Comics

"In brightest day, in blackest night,
No evil shall escape my sight.
Let those who worship evil's might
Beware my power--Green Lantern's light!"
 
Blackest Night yang merupakan bagian ketiga dari trilogi Green Lantern yang dimulai dengan Green Lantern: Rebirth dan diikuti dengan Sinestro Corps War adalah sebuah event crossover besar besaran dari seluruh universe DC.
  
Bagi anda yang belum tahu, Green Lantern Corps. tidak sendiri, Ada delapan kelompok pemegang cincin berwarna lainnya. Salah satunya adalah Black Lantern, yang memperoleh kekuatan melalui kematian. Ketika semua Superhero & supervillain yang telah mati dihidupkan kembali sebagai zombie melalui kekuatan cincin hitam dari Black Hand, dan dengan kekuatan dari black ring yang mampu untuk memusnahkan seluruh kehidupan di alam semesta. Tidak hanya Green Lantern Corps, tapi seluruh pemegang cincin spektrum emosi harus bersatu untuk mengalahkan Black Hand.



Black Lantern Corps, yang pada dasarnya adalah zombie, mulai bangkit di bawah perintah dari pemimpin misterius mereka dalam rangka untuk membersihkan semua kehidupan dari alam semesta dan membatalkan penciptaan. Jadi, ini adalah waktu yang sangat berat bagi Green Lantern Corps. seperti pada sumpah mereka.

Pada awal cerita, masing-masing Corps. berbeda masih berperang satu sama lain, tetapi perlahan tapi pasti, mereka mendapati ancaman baru oleh Black Lantern Corps terlalu mengerikan untuk mereka hadapi sendiri, sehingga mereka harus membentuk aliansi.
Sementara itu, di Bumi, cerita berfokus pada Atom, Mera (istri Aquman) dan Flash. Di Bumi, setiap superhero mati dan penjahat datang kembali ke kehidupan dalam bentuk Black Lanterns dan mereka melampiaskan malapetaka, menghancurkan kenangan kepada mereka yang pernah dekat. Atom, Mera dan Flash pada harus bahu membahu menghadapi semua Black Lanterns yang hidup kembali sementara Green Lantern Corps berusaha dengan mematikan sumber utama mereka (Central Battery Black Lantern). Sungguh menarik untuk dicatat bahwa cerita ini tidak memiliki DC Trinity (Batman, Wonder Woman dan Superman) dan pahlawan tersebut mengambil tempat mereka sebagai pahlawan utama di Bumi. Ini adalah sebuah event besar yang fresh tanpa kehadiran mereka sebagai tokoh utama.Tiap halaman benar benar menakjubkan sekaligus menakutkan. Ada perjuangan yang mengagumkan antara Mongul dan Sinestro, momen besar dengan Larfleeze, Scarecrow bergabung dengan Sinestro Corps, kemudian kita melihat Parallax lagi, dan salah satu momen paling mengagumkan adalah ketika kebangkitan Black Lantern Batman membuat penampilan singkat tapi seram, dan besar mengungkapkan tentang apa yang terkubur di bawah bumi sekaligus menjelaskan mengapa bumi selalu berada di pusat dari segala sesuatu di DC Universe. 


Tidak hanya unggul pada penceritaan, artwork dari Ivan Reis lah yang benar benar menghidupkan setiap halamannya, ia mampu menggambarkan begitu banyak karakter dengan citra yang benar benar menakutkan. Epic.

Akhirnya, Geoff johns sekali lagi membuktikan mengapa ia adalah penulis teratas DC, dengan cerita yang benar benar berjalan dan terbangun dengan baik dan didukung dengan artwork sempurna dari Ivan reis, ini adalah salah satu event terbaik dari DC Comics.

Verdict : 9/10