Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Sunday, April 24, 2016

[FILM] Constantine




Director : Francis Lawrence
Writers : 
Kevin Brodbin
Stars : Keanu Reeves, Rachel Weizs, Shia LaBeouf, Tilda Swinton.
Publisher : DC Comics / Vertigo


" God always had a rotten sense of humor. And His punchlines are killers. "
-John Constantine

Diangkat dari komik berjudul Hellblazer terbitan DC/Vertigo, Film ini mengisahkan tentang John Constantine. Dilahirkan dengan anugrah / kutukan nuntuk melihat dan menyadari kehadiran malaikat dan iblis meskipun mereka sedang menyamar dalam wujud manusia biasa. Hal ini menyebabkan constantine kecil frustasi dan memutuskan untuk melakukan bunuh diri.

Sayangnya ia selamat dari kematian dan harus hidup. Sebagai hukuman akibat bunuh diri ia dihukum untuk tinggal di neraka suatu saat nanti. Constantine yang gila merokok (sampai kena kanker paru-paru!) sehari-hari punya pekerjaan memburu iblis dan juga menerima panggilan untuk mengusir iblis atau setan kembali ke neraka, yang mencoba mengganggu ketentraman dunia manusia dengan cara menyusup ke dalam tubuh seseorang.
  

Menjelang akhir hidupnya karena penyakit paru parunya yang semakin memburuk, John bertemu dengan seorang detektif, Angela Dodson yang memminta bantuannya dalam mengungkap kematian saudara kembarnya yang menurutnya terjadi secara misterius.

Rasa penasaran Angela untuk mencaritahu motif kematian saudara kembarnya membuat Angela menemui Constantine untuk membantunya mencari dan menyelesaikan masalah supranatural yang dihadapinya. Surga dan neraka terletak di bumi, dibalik tembok-tembok bangunan dimana dimensi tersebut tidak terlihat oleh manusia. Para iblis tidak dapat masuk ke dimensi manusia tetapi hanya dapat mempengaruhi pikiran manusia melalui mahkluk keturunan iblis yang berfisik manusia. Itulah aturan lama yang harus dipatuhi oleh iblis. Tidak hanya makhluk keturunan iblis tetapi juga ada makhluk keturunan malaikat berfisik manusia yang membawa kebaikan untuk menjaga keseimbangan di bumi. Tetapi aturan lama itu mulai dilanggar oleh iblis. Dan ternyata bahwa kasus supranatural yang dihadapi Constantine dan Angela ternyata juga melibatkan konspirasi persekongkolan antara malaikat Gabriel dengan putra raja neraka Lucifer bernama Mamon yang juga mencoba masuk ke dimensi manusia.


Constantine tampil cukup dark, lebih kelam, penuh kejutan layaknya film horror. film ini sangat sarat dengan elemen-elemen yang cukup mengerikan dan penuh kejutan. Bahkan unsur kejutan itu sudah dimulai sejak film diawali dengan penemuan tombak takdir (spear of destiny) di daerah Mexico oleh penduduk setempat. Selanjutnya, ketegangan dan berbagai kejutan hadir mewarnai hingga ujung film. Apalagi semua itu masih didukung oleh efek visual yang cukup menakjubkan.

Setting kota yang ditampilkan, dan dengan suasana kelam semakin menambah kesan mistis dari film ini. Yang cukup menarik ialah ketika Constantine melakukan ritual untuk berkunjung ke neraka, latar waktu berubah menjadi cepat, membuat kita percaya bahwa 2 menit disana rasanya seperti seumur hidup.


Kehadiran Rachel Weisz yang berperan sebagai Angela Dodson cukup menyegarkan ketegangan yang merayap sepanjang film. Angela minta bantuan Constantine untuk menyingkap kasus bunuh diri yang dilakukan oleh saudara kembarnya, Isabel Dodson (diperankan juga oleh Rachel Weisz). Ada adegan menarik antara Angela dan Constantine ketika si polisi cewek itu harus direndam dalam bathtub agar kembali bisa melihat alam lain seperti masa kecilnya. Dengan adegan slo-mo dramatis, menontonnya seperti mengingat film The Matrix.

Yang menarik dari film ini adalah muatan yang terkandung dalam dialog-dialog dan elemen-elemen pendukung sepanjang film. Sekilas sepertinya semuanya sarat dengan muatan-muatan kepercayaan dari agama tertentu, tapi di sisi lain tidak sedikit muncul sindiran-sindiran yang malah mempertanyakan sejumlah konsep keagamaan. Dan ini tidak terbatas dalam dialognya saja. Constantine yang menolak anjuran Gabriel untuk cukup percaya saja kepada ‘seseorang’ agar masuk surga, Constantine yang menolak mengkambinghitamkan iblis sebagai penyebab adiknya Angela bunuh diri, masuk surga atau neraka bukan sudah ditentukan terlebih dahulu tetapi tergantung tindakan seseorang (Constantine yang dari awal dicap Gabriel menjadi penghuni neraka tiba-tiba bisa masuk surga karena tindakannya yang rela berkorban), hingga dugaan konspirasi adanya taruhan terhadap nasib manusia. Muatan yang cukup berat namun membuat film ini jadi ‘berisi’.  


Dengan perolehan Box Office yang cukup lumayan hingga sepuluh tahun lebih sampai saat ini, sekuel Film Constantine tak kunjung dibuat, Bahkan proyek Justice League Dark yang menjadi League untuk Constantine dkk dalam ranah supranatural DC pun sempat harus ditunda. Semoga bukan untuk 10 tahun kedepan. Semoga.

Verdict : 7/10

Sunday, March 6, 2016

[FILM] Avengers - Age Of Ultron


Director : Joss Whedon
Writers : 
Joss Whedon
Stars : Robert Downey Jr. Chris Evans, Mark Rufallo, Samuel L. Jackson,
Publisher : MARVEL Comics 


" ...there are no strings on me"
-Ultron

Pasca pembubaran SHIELD di Captain America: The Winter Soldier, berkaca dari serangan besar besaran alien di The Avengers, juga sebagai langkah antisipasi awal untuk melawan serangan alien yang kemungkinan terjadi di masa mendatang, Tony Stark memiliki inisiatif menciptakan keamanan global, yang merupakan kecerdasan buatan yang disebut Ultron. Ultron proyek robot penjaga perdamaian karya Tony Stark yang rencananya bertugas untuk membasmi kejahatan dibumi, termasuk menghancurkan sisa-sisa Hydra. Masalah kemudian muncul ketika Ultron memiliki selft aware, dan menganggap bahwa ancaman sesungguhnya adalah manusia itu sendiri.  Ultron beranggapan cara satu satunya membuat bumi damai adalah dengan memusnahkan ras manusia.


 Ultron versi awal mengambil tubuh Iron Legion sebagai host, kemudian keluar dari lab di Gedung Avenger dan mengancam Avenger. Ultron versi awal ini memang sukses dihancurkan oleh team avenger, namun Software AI dari ultron lepas kendali ke internet. Team Avenger pun marah kepada Tony stark karena proyek Ultron tidak didiskusikan terlebih dahulu. Melarikan diri dengan tongkat scepter, Ultron menggunakan sumber daya di dasar Sokovia Strucker untuk meng-upgrade tubuhnya yang belum sempurna dan membangun sebuah tentara robot drone. Ultron pun kemudian merekrut si kembar Maximoff (Scarlett Witch & Quicksilver). Sementara Ultron terus mengupgrade diri dan pasukannya, tim Avengers yang tercerai mencari perlindungan dan menghimpun kembali kekuatan untuk menghadapi Ultron...


Dengan tingginya pencapaian The Avengers pada 2012 lalu, Whedon tentu ingin memuaskan ekspektasi semua orang. Age of Ultron memberikan penonton sebuah sajian visual yang memanjakan mata. Adegan aksi dirancang dan dieksekusi dengan baik. Penggunaan efek CGI yang melimpah tentu memanjakan pecandu film aksi yang suka melihat aksi adu kekuatan super, adegan kerusakan, gedung runtuh, dan ledakan disana-sini. Ada banyak aksi adu kuat disini, namun yang paling menarik adalah pertarungan antara Iron Man dalam kostum Hulkbuster vs Hulk. Seperti karakter superhero di dalam filmnya, tentunya tidak mudah untuk bisa menyatukan para bintang top dalam sebuah film. Namun Joss Whedon mampu melakukannya. Ia kembali menjadi sutradara sekaligus penulis skenario. Di Avengers: Age of Ultron ia mampu melakukannya dengan baik.


Disini Joss Whedon mencoba menggali lebih dalam karakter-karakter yang ada, terutama untuk tokoh Hulk, Black Widow, dan Hawkeye. Trio yang hingga saat ini tidak memiliki film yang berdiri sendiri. Penting memang, hanya saja penggalian karakter ini menurut saya cukup mengambil waktu. Alhasil sedikit mempengaruhi kelancaran arus bercerita. Whedon juga memberikan sentuhan unik di dinamika hubungan antara Black Widow dengan Hulk. Black Widow kini berperan menjadi "Hulk whisperer". Selain itu Whedon juga memberikan bumbu-bumbu romansa di antara mereka berdua. Hal yang menarik namun terkadang agak terasa canggung. Terutama jika mengingat adanya percikan antara Captain America dan Black Widow di film The Winter Soldier. 
Walaupun sebenarnya saya cukup menikmati film ini, saya merasa alur ceritanya kurang koheren. Terasa terseret-seret. Dari satu kejadian langsung meloncat ke kejadian lain, tanpa motif yang kuat. Antara satu adegan dengan adegan lain digabung-gabungkan dengan paksa agar berujung pada adegan puncak: konfrontasi langsung para Avengers dengan Ultron.   


Mungkin film ini belum bisa melampaui pencapaian film pertamanya. Setidaknya masih mampu menyamai. Age of Ultron masih merupakan film yang menghibur. Memang sih, siapa yang bakal mempermasalahkan plot untuk popcorn movie seperti ini. Meskipun demikian film ini penuh dengan aksi-aksi yang menyenangkan untuk ditonton serta dipenuhi oleh humor-humor lucu yang tidak pernah terasa akan habisnya. Sebagai film terakhir Avengers bagi Joss Whedon, ini adalah usahanya yang maksimal sebagai pengantar yang baik namun tak cukup memuaskan untuk film Avengers berikutnya.

 Verdict : 7,8/10

Tuesday, February 23, 2016

[FILM] Watchmen


Director : Zack Snyder
Writers : 
Daid Hayter, Alex Tse
Stars : Jackie Earle Harley, Patrick Wilson, Carla Gugino
Publisher : DC Comics 


" It doesn't take a genius to see that the world has problems"

Watchmen merupakan film superhero yang diadaptasi dari komik seri Watchmen keluaran DC Comics tahun 80-an oleh penulis Alan Moore. Satu hal yang perlu dicermati adalah film superhero ini diperuntukkan penonton dewasa dan bukan untuk anak-anak.


Berlatar belakang di era alternatif di tahun 1985-an dimana keberadaan para Superhero masih eksis, dan Richard Nixon masih menjabat sebagai pimpinan negara adidaya Amerika Serikat. Konflik perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet sedang dalam masa2 puncaknya, dan para superhero dipaksa untuk mundur dari kegiatan mereka sementara beberapa lainnya masih ada yang tetap bekerja untuk pemerintah. Masalah bermula ketika seorang superhero, The Comedian tewas terbunuh secara misterius. Salah seorang anggota Watchmen yang masih aktif, yakni Rorschach (Haley) menyelidiki hal ini. Ia lalu mengingatkan anggota Watchmen lainnya, yakni Dr Manhattan/Jon Osterman (Crudup), Silk Spectre II/Laurie Jupiter (Akerman), Nite Owl II/Dan Dreiberg (Wilson), serta Ozymandias/Andrian Veidt (Goode) untuk waspada namun tidak ditanggapi dengan serius. Dalam perkembangan masalah justru berkembang semakin rumit. Dr. Manhattan dituduh menyebarkan penyakit kanker ke orang-orang dulu yang pernah dekat dengannya hingga ia memilih untuk menyendiri ke Planet Mars, dan Rorschach justru ditangkap atas tuduhan pembunuhan.


Alur plot Watchmen sendiri tidak menggunakan plot film superhero lainnya. Plot nyaris tidak pernah menggambarkan bagaimana para superhero mendapatkan kekuatannya, kecuali untuk karakter Dr. Manhattan. PJuga nyaris tidak pernah menggambarkan era gemilang para superhero dalam menumpas kejahatan. Adegan aksi pun sangat minim. Bahkan juga tidak menggambarkan dengan tegas antara sisi baik dan jahat. Para superhero digambarkan telah pensiun dari tugasnya. Alur cerita secara umum terfokus pada ancaman perang nuklir implikasi perang dingin antara AS dan Soviet, dan secara khusus pada penyelidikan Rorschach terhadap kematian seorang superhero, The Comedian. Dua plot besar ini rupanya di akhir kisah berhubungan satu sama lain. Naskah yang unik dan merupakan terobosan untuk genre superhero.

Satu hal yang unik dalam Watchmen adalah kemasan filmnya yang bergaya noir dari plot hingga pencapaian estetiknya. Layaknya film-film detektif, plotnya penuh dengan intrik, misteri, rumit, dan cenderung membingungkan hingga akhir cerita. Rasanya sulit menduga apa yang terjadi selanjutnya hingga akhir filmnya. Informasi silih berganti ditampilkan dengan cepat. Penuturan kilas-balik begitu dominan dengan durasi yang bervariasi memudahkan penonton kehilangan informasi cerita jika kehilangan momen sedikit saja.


Para superhero sepertinya telah lelah melihat dunia yang terus menerus dalam kekacauan dan ingin membuat dunia lebih damai. Jika tidak ada lagi sosok jahat maka sosok superhero-lah yang menjadi penyeimbang. Seorang superhero berkeyakinan jika umat manusia dalam sebuah ancaman besar maka dunia akan bersatu dan menjadi lebih damai. Dan tentu saja pengorbanannya tidak kecil. Lantas apa bedanya ini dengan aksi terorisme? Rorschach harus menerima nasibnya ketika ia memegang teguh prinsipnya. “Ini yang membedakan kita dengan orang lain”, ujarnya tegas. Sebuah konsep baru untuk film dengan genre superhero, tapi tidak lantas membuat konsep ini menjadi benar. Coba lihat siapa yang diuntungkan dengan situasi damai yang tercipta?

Verdict : 8,9/10

Monday, January 11, 2016

[FILM] Ant-Man

 


Director : Peyton Reed
Writers : Edgar Wright, Joe Cornish, Adam McKay
Stars : Paul Rudd, Michael Douglas, Evangeline Lilly, Patrick Wilson, Corey Stoll
Publisher : MARVEL Comics 


"Pick on someone your own size!"
-Scott Lang


 Ant-Man merupakan salah satu former dari The Avengers, bersama sang side-kick, The Wasp. Maka tidak heran bila pengembangan dari Ant-Man sendiri sudah dimulai sejak tahun 2006. Sayangnya, film yang naskah awalnya ditulis oleh Edgar Wright dan Joe Cornish ini mengalami banyak kendala saat proses produksinya, hingga menyebabkan waktu perilisannya mundur hingga 2015.

Cerita dimulai pada tahun 80an, saat beberapa anggota inti S.H.I.E.L.D, Hank Pym (Michael Douglas), agen Carter (Hayley Atwell), Howard Stark, dan Mitchell Carson melakukan pembicaraan mengenai partikel istimewa bernama "Partikel Pym" yang bisa merubah kerapatan susunan atom. Hank menolak untuk mempublikasikannya karena kuatir dengan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Bertahun-tahun kemudian, Hank menjadi peneliti sukses dan mendirikan Pym Tech. Dia mengangkat seorang murid bernama Darren Cross (Corey Stoll). Darren tahu bahwa Hank menyembunyikan sesuatu. Tanpa sepengetahuan Hank, Darren membangun teknologi yang hampir mirip dengan temuan Hank. Tujuannya, membuat kostum yang bisa merubah ukuran pemakainya yang bisa digunakan untuk tujuan militer.

Di lain tempat Scott Lang (Paul Rudd) yang menjalani hidup sebagai seorang mantan narapidana, dan dengan hubungan dengan anak perempuannya yang dibatasi karena Scott dianggap tidak dapat bertanggung jawab. Mau tak mau Scott pun harus menerima pekerjaan kotor lagi dari teman lamanya agar bisa mendapatkan dana untuk putrinya. Misinya hanya satu, mencuri di sebuah rumah yang dihuni oleh laki-laki tua bernama Hank Pym (Michael Douglas) yang telah pensiun. Tapi alih-alih mendapatkan harta curian, Scott hanya menemukan sebuah kostum di dalam brangkas.



Kostum yang dicuri Scott nyatanya bukanlah kostum biasa, karena kostum yang telah lama disembunyikan oleh Hank ini dapat membuat penggunanya berubah menjadi Ant-Man. Ya sesuai dengan namanya, pengguna yang memakai kostum ini dapat mengecil seukuran semut dengan kekuatan berpuluh-puluh kali lipat dari manusia biasa. Kostum ini jugalah yang membuat Darren Cross (Corey Stoll), pemimpin Pym Technologies setelah Hank pensiun berusaha untuk menciptakan kostum serupa yang dapat digunakan sebagai tentara super. Sayangnya karena kegilaan Darren yang telah kelewat batas, Hank pun mencoba menghentikan secara baik-baik. Usaha Hank ini pun gagal. Akhirnya Hank dengan bantuan putrinya, Hope (Evangeline Lilly) pun melatih Scott untuk menjadi Ant-Man agar bisa menghentikan Darren.


Alurnya terasa sedikit berantakan meskipun tidak sampai merusak filmnya. Mungkin karena naskah awal dari Wright bersama Joe Cornish yang dipoles di saat-saat akhir oleh Adam McKay dan Rudd. Ant-Man memang tidak memiliki sesuatu yang ‘besar’ untuk dipamerkan. Bahkan cenderung ‘kecil’, sekecil perubahan tubuhnya yang merupakan ability-nya. Installment kedua belas dari Marvel Cinematic Universe ini terasa paling ‘aman’ jika dibandingkan dengan para pendahulunya.

Kekurangan tersebut rupanya berhasil tertutupi oleh action sequence yang cukup fantastis. Didukung dengan spesial efeknya yang begitu baik dalam menyajikan superheronya berukuran kecil terutama adegan pertengahan dan akhir yang sangat enak dipandang, lewat pengambilan gambar yang cepat dan dinamis.

Overall, Ant-Man merupakan penutup Marvel Cinematic Universe Phase 2 yang menghibur.
Tidak sampai membuat senyum puas, namun tentu saja kemampuan unik Ant-Man sangat dinantikan untuk kolaborasinya dengan para superhero Marvel lainnya.

Verdict : 7/10